Apa itu schizophrenia?

Posted: November 24, 2010 in Uncategorized
Tag:, , , , , ,

untuk teman-teman yang udah lihat facebook aku, mungkin belum pada tau makna dari nama belakang yang aku pakai. kali ini tulisan di blogku akan membahas sedikit mengenai apa itu Schizophrenia

Schizophrenia adalah kelainan otak yang kronis, parah dan membuatnya tidak berfungsi, dan telah dikenal orang disepanjang sejarah. Kelainan ini mempengaruhi sekitar 1 persen orang amerika. Orang dengan schizophrenia dapat mendengar suara yang tidak didengar orang lain atau mereka dapat percaya bahwa orang lain membaca pikiran mereka, mengendalikan pikiran mereka atau berencana menyakiti mereka. Pengalaman-pengalaman ini amat mengerikan dan dapat menyebabkan ketakutan, kecanduan atau kemarahan yang ekstrim. Orang dengan schizophrenia dapat berbicara yang tidak masuk akal, dapat duduk selama berjam-jam tanpa bergerak atau banyak bicara, atau dapat terlihat baik-baik saja sampai mereka mengatakan apa yang sebenarnya mereka pikirkan.
Schizophrenia yang dalam bahasa awam berarti sakit jiwa alias gila. Seseorang dikatakan terkena Schizophrenia jika limitasi dan judgement terhadap realitasnya berubah dengan kata lain kesadaran mereka berubah, bukan menurun seperti orang yang gegar otak.

Beberapa type dari Schizophrenia :

1. Schizophrenia Hebephrenic ( Tingkahnya seperti anak kecil )
Penderitanya sering senyum-senyum sendiri atau melakukan gerakan – gerakan yang aneh ( Pengalaman gue, banyak yang kena ini karena salah menafsir ajaran agama, atau olah kanuragan / tenaga dalam, atau yang salah menafsir filosofi. Teori bilang kurang mampunya daya imaginasi abstraksi sehingga berakobat demikian )

2. Schizophrenia Paranoid ( Waham Curiganya sangat menonjol )
Type ini sering kali nampak menakutkan karena sikap mereka yang sering tampak marah / waspada. Hal ini disebabkan karena mereka ” mendengar suara-suara / Halusinasi Auditorik yang mengancam keselamatan diri / keluarga ( Waham Kejar )”

3. Schizophrenia Simplex
Type ini adalah yang paling buruk, seringkali mereka tampak luntang – lantung di jalan dan tidak merawat diri. Sulit membaik karena sering penyebabnya tidak ketahuan dan sudah berlangsung lama.

Penderita Schizophrenia dikarenakan kesadarannya yang berubah , seringkali tingkah polah mereka jadi aneh ( Bisa tampak lucu, ngoceh sendiri atau paranoid ). Tetapi, bukannya kasihan, orang yang sakit seperti ini justru seringkali jadi bahan tontonan, bahan olok-olok yang seolah asyik. Bahkan seringkali di televisi tampil dalam dua versi BERBAHAYA dan KONYOL. Apakah memang demikian ???

Pernahkah anda melihat penderita Schizophrenia yang tampil necis, terpelajar, kaum intelek dan pejabat. Bahkan, DOKTER yang merupakan juru sembuh tidak luput dari penyakit yang satu ini. Cukup banyak orang – orang hebat yang sukses dengan membawa STATUS Schizophrenia bahkan tersembuhkan ( Ex. ” FILM BEAUTIFUL MIND”, “BUKU MEREKA BILANG AKU GILA”).

Penyakit ini bisa mengenai siapa saja terutama jika ada faktor keluarga, pengaruh narkotika juga dapat menyebabkan hal ini dan situasi penuh stres yang berkepanjangan. Bila ” STRESS BARRIER ” yang dimiliki seseorang KALAH dari TINGGINYA STRESS maka timbullah penyakit ini.

Faktor – faktor yang mempengaruhi kesembuhan :
1. Usia, semakin muda saat ditemukan semakin buruk.
2. Kecepatan dan Kepatuhan dalam berobat.
3. Dukungan sosial terutam orang – orang terdekat.

Kesembuhan Penyakit Schizophrenia :
1. Sembuh Sempurna
2. Sembuh Sosial
3. Sembuh Dengan Obat
4. Perlu Perawatan di RS. JIWA

IMAGE ” MEMALUKAN / AIB / KUTUKAN / GUNA – GUNA ” menjadikan penyakit ini menjadi susah untuk tertangani. Padahal HARAPAN ITU ADA!!! tetapi yang terjadi sering kali IMAGE malah menjadikan mereka seperti hewan ( Dipasung / Ditelantarkan ) Apakah tidak sayang, jika potensi besar seseorang harus kandas karena penyakit ini ??? Apakah AIB lebih penting daripada berusaha memulihkan mereka sampai bisa hidup normal / mendekati normal ???

IMAGE ini juga merusak pandangan masyarakat terhadap Psikiater bahkan Psikolog yang selalu dihubungkan dengan orang gila. Mereka takut berobat karena TAKUT dikatakan GILA. Padahal Penderita Schizophrenia hanyalah 5% dari seluruh kasus KEJIWAAN yang ada. Kasus NEUROSA ( Penyakit dengan penyebab ORGANIK ) jauh lebih banyak daripada PSIKOSIS ( Ex. Schizophrenia ). Image inilah yang terjadi terutama di Indonesia. Jauh berbeda dengan di negara – negara maju seperti Amerika, profesi ini bisa dikatakan #1. Di negara – negara maju, orang yang merasa stress / tertekan / depresi / mau menikah / mau punya anak tidak segan -segan datang ke Psikiater untuk konsultasi.

Dengan fakta – fakta yang ada, masih RELEVAN kah STIGMA di Masyarakat khususnya di Indonesia ??

NB : Tulisan ini hanyalah sebuah upaya pembelajaran dengan harapan dapat nerubah stigma masyarakat terhadap ” ORANG GILA ” dan concern dari penulis terhadap “ORANG GILA”.

thanks to dr. Ignatius Andreas dan beberapa sumber lainnya yang mendukung pembuatan post ini

About these ads
Komentar
  1. Dendy mengatakan:

    Nice post sob…
    Kalo orang gila yang sering berkeliaran di jalanan bahkan sampe “telanjang”, termasuk Schizophrenia?

    Teguh say: Yo’i sob. itu termasuk schizophrenia simplex. kawamu salah satunye (Ipul). hahahaha
    kidding sob.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s